Selasa, 25 Maret 2014

Konsep Kesehatan Mental



A. Konsep Sehat
Apa yang dimaksud dengan konsep sehat ?
Menurut (WHO) sehat adalah suatu kondisi yang tidak hanya fisik tetapi juga psikis serta terhindar dari penyakit & ketidakmampuan. Oleh karena itu, seseorang yang mengalami gangguan meskipun hanya dari satu aspek yaitu psikis. Orang tersebut dapat dikatakan seseorang yang tidak sehat (sakit).
Lalu bagaimana dengan seseorang yang mengalami kekurangan dalam fisiknya?.Di dalam masyarakat, seseorang masih dikatakan sehat jika ia masih melakukan aktivitas walaupun dengan anggota fisik yang tidak lengkap, dan dikatakan sakit jika seseorang yang mengalami kekurangan dalam anggota fisiknya sudah tidak mampu lagi beraktifitas.
Kesehatan manusia secara fisik dipengaruhi oleh 6 faktor ini yaitu : (1). Udara yang bersih yang terbebas dari polusi, debu dan karbon. (2). Air yang tidak mengandung zat-zat berbahaya, tidak berbau, berwarna bersih dan jernih. (3). Makanan dan minuman yang tidak mengandung bahan-bahan kimia. (4.) Olahraga teratur. (5). istirahat yang cukup dan (6). merawat fisik dengan sebaik-baiknya.
Sedangkan kesehatan manusia secara psikis dipengaruhi oleh : (1). Keseimbangan emosi; dapat mengontrol emosinya, dan mengembangkan emosi-emosi yang positif. (2). Ketenangan atau kedamaian pikiran. (3). sikap atau bertingkah lakunya sesuai dengan norma-norma sosial. (4) Dapat mengidentifikasi masalahnya dan berusaha mencari jalan keluarnya dengan cara yang baik, dsb.

B.  Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental
Secara umum sejarah kesehatan mental terbagi dalam dua periode pra-ilmiah dan periode ilmiah ( Langgulung, 1996: 23).
1.    Periode Pra-Ilmiaah
Pada zaman dahulu gangguan-gangguan kepribadian atau mental sudah terlihat dengan adanya konsep primitif animisme, yakni orang-orang terdahulu yang percaya bahwa dunia di awasi oleh roh-roh atau dewa-dewa. Orang primitif percaya bahwa pohon yang besar, kesuburan tanaman dan lain seabagainya dipengaruhi oleh roh-roh yang tertinggal di dalamnya.Orang yunani percaya bahwa seseorang yang mengalami gangguan mental menandakan bahwa dewa marah dan mengambil jiwa orang tersebut. Untuk mengendalikan amarah para dewa, orang-orang yunani mengadakan sesaji dengan mantra dan korban.
Perubahan sikap terhadap tradisi animisme terjadi pada zaman Hipocrates (460-467). Hipocrates menolah pengaruh roh, dewa, setan atau hantu. Ia mengembangkan suatu pandangan yakni revolusioner dalam pengobatan. Maksudnya gangguan mental atau fisik yang terdapat pada diri seseorang itu akibat dari alam.
Namun dalam perekembangan selanjutnya, seorang dokter prancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat politik dan social untuk memecahkan masalah penyakit mental dengan cara pasien dirantai selama 20 tahun atau lebih, akhirnya diantara mereka banyak yang berhasil, mereka tidak lagi melukai diri sendiri.

2.    Era Ilmiah (modern)
    Awalnya yaitu berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika Serikat, yaitu pada tahun 1783. Ketika itu Benyamin Rush ( 1745-1813) menjadi anggota staff medis dirumah sakit penisylvania. Dirumah sakit tersebut terdapat ada 24 pasien yang dianggap sebagai Iunaties (orang –orang gila atau sakit ingatan). Perlakuan pasien tersebut yaitu dengan cara diguyur dengan air, karena sel yang pasien tepati kurang sekali alat ventilasinya. Rush sangat berusaha sekali untuk memahami gangguan mental tersebut dengan memberikan dorongan (motivasi) untuk mau bekerja, rekreasi dan mencari kesenangan. Oleh hal itu, psikologi abnormal memberikan pengaruh kepada lahirnya mental hygene yang berkembang menjadi suatu body of knowledge berikut gerakan-gerakan yang terorganisir. Perkembangan kesehatan mental dipengaruhi oleh inspirasi para ahli, yaitu Dorothea Lynde Dix dan Clifford Whittingham Beers.Kedua ahli tersebut juga memberikan pertolongan kepada orang-orang miskin dan lemah.
Pada tahun 1909, gerakan kesehatan mental secara formal mulai muncul. Selama decade 1900-1909 beberapa organisasi kesehatan mental telah didirikan, seperti Amerika Social Hygiense Association ( ASHA), dan American Federation for Sex Hygiene. Perkembangan gerakan-gerakan di bidang kesehatan mental ini tidak lepas dari jasa Clifford Whittingham Beers (1876-1943). Karena jasanya ia dinobatkan sebagai ” The Founder of The mental Hygiene Movement”. Dia terkenal karena pengalamannya dalam pecegahan dan pengobatan gangguan mental yang manusiawi.
Pada tahun 1908, Clifford Whittingham Beers mempublikasikan otobiografinya sebagai mantan penderita gangguan mental yang berjudul “ A Mind That Found It Self”. Kehadiran buku itu disambut baik oleh William James, sebagai seorang pakar psikolog. Selanjutnya, beers membuat beberapa program untuk mencegah atau menyembuhakan penyakit atau gangguan mental, dan program tersebut di respon baik oleh masyarakat dan Wiiliam James.
Secara hukum, gerakan kesehatan mental ini mendapatkan pengukuhannya pada tanggal 3 Juli 1946, yaitu ketika Presiden Amerika Serikat menandatangani “ The National Mental Health Act”. Dokumen tersebut berisi program jangka panjang untuk meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat.
Pada tahun 1950, Organisasi kesehatan mental bertambah, yaitu dengan berdirinya Nasional Association for Mental Health yang bekerjasama dengan tiga organisasi lainnya. Gerakan kesehan mental ini berkembang, sehingga pada tahun 1075 di Amerika Serikat terdapat seribu tempat perkumpulan kesehatan mental. Di tempat lainnya, gerakan ini dikembangkan melalui World Federation for Mental Health dan World Health Organization.

C.  Teori Kepribadian Sehat Menurut :
1.    Aliran Psikoanalisa:
Aliran ini melihat bahwa ketika masa kanak-kanak kita sering mendapat hukuman dan tekanan dan sering kali hal itu menciptakan perasaan cemas, yang akhirnya memicu represi, yakni dorongan agar pengalaman yang tidak menyenangkan masuk ke alam tidak sadar, pengalaman-pengalam tidak menyenangkan itu bisa membawa pengaruh kepada mental seseorang ketika dewasa nanti. Akan tetatpi menurut Freud, pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan tidak semua berasal dari pengalaman masa kanak-kanak, tetapi Freud meyakini pengalaman-pengalaman nenek moyang juga berpengaruh kepada perkembangan kesehatan mental seseorang.  
Faktor Epigenetik mempelajari kematangan psikologis seseorang yang berkembang dan seiring bertumbunhya fisik dalam tahap-tahap perkembangan individu juga dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang.
Selain itu mekanisme-mekanisme pertahanan yang dilakukan oleh seseorang seperti Represi, pembentukan reaksi, pengalihan, fiksasi, Regresi, proyeksi, introyeksi dan sublimasi juga dapat mempengaruhi mental seseorang. Walaupun mekanisme pertahanan digunakan secara universal, namun jika digunakan secara ekstrem maka akan mengarah keprilaku yang kompulsif, repetitive juga neurotis.

2.    Aliran Behavioristik
Aliran ini melihat kepada perilaku-perilaku yang nampak, yang dapat diukur, dilukiskan, dan diramalkan. Aliran ini lebih menekankan kepada teori belajar. Karena menurut aliran tersebut perilaku manusia kecuali insting adalah hasil belajar. Aliran ini juga tidak mempersoalkan baik dan buruk tetapi lebih mengetahui bagaiamana prilakunya dikendalikan factor lingkungan.
Kaum behaviorisme berpendapat bahwa organisme dilahirkan tanpa sifat-sifat social atau psikologi, prilaku adalah hasil pengalaman, dan prilaku digerakkan atau dimotivasi oleh kebutuhan untuk memperbanyak kesenangan dan mengurangi penderitaan.
proses pembelajaran dan proses belajar social akan mempengaruhi kepribadian seseorang. Kesalahan individu dalam proses pembelajaran dan belajar social akan mengakibatkan gangguan mental. Kemampuan belajar meniru sesorang yang baik atau buruk juga dapat mempengaruhi perkembangan kesehatan mental. Ketika seseorang berada dalam lingkungan kerja yang tidak baik, dalam hal ini korupsi, otomatis lingkungan tersebut akan mempengaruhi prilaku seseorang disekitarnya dan dapat mempengaruhi mental seseorang sehingga prilaku di sosialnya menjadi tidak baik.

3.    Aliran Humanistik
Aliran ini lebih menekankan kepada bahwa setiap manusia hidup dalam dunia pengalaman yang bersifat pribadi dimana “aku atau diriku atau I atau me” menjadi pusat dan prilaku manusia berpusat pada konsep diri, yaitu prilaku manusia tentang identitas dirinya yang bersifat fleksibel dan berubah-ubah. Dalam aliran ini juga menekankan bahwa manusia juga harus menganggap manusia lain unik dan mempunyai kederajatan yang sama. Dalam kondisi yang normal berprilaku rasional dan konstruktif serta bisa mencapai pengembangan dan aktualisasi diri bisa mempengaruhi kesehatan mental seseorang.  

D.Kepribadian sehat Menurut maslow
Pendekatan dimana prilaku individu dipengaruhi oleh hirarki kebutuhan yang dimiliki. Selain itu, individu diyakini memiliki kemampuan memahami potensi dirinya berkembang untuk mencapai aktualisasi diri. Kebutuhan-kebutuhan dilevel rendah harus terpenuhi atau paling tidak cukup terpenuhi. Kebutuhan dari level rendah ke tinggi, diantaranaya: Fisiologi, keamanan, cinta, dan keberadaan, penghargaan dan aktualisasi diri. Ketika semua kebutuhan-kebutuhan dasar manusia terpenuhi, otomatis manusia tersebut akan berkembang dalam kepribadian yang baik dan berkembang dalam mental yang sehat.



Referensi :
Rochman, K. (2010). Kesehatan Mental. Purwokerto: STAIN Press
Dewi, K. (2012). Buku Ajar Kesehatan Mental. Semarang : Universitas Diponegoro